• Daur Ulang dari Plastik – Mengerti Jenis-Jenis Sampah Plastik

    Posted on August 12, 2013 by in plastik daur ulang

    Daur ulang dari plastik bisa dilakukan berdasarkan pada jenis sampah yang ada. Daur ulang dari plastik tidak bisa disama-ratakan satu sama lain. Lalu, apa saja jenis sampah plastik yang ada dan bisa diberdayakan? Berikut garis besarnya:

    Daur ulang dari plastik

    • Sampah anorganik. Sampah jenis ini tidak mudah hancur atau lapuk. Sampah ini tidak berupa cairan maupun gas karena seringkali disebut sebagai sampah kering. Sampah ini sendiri masih dibagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu; barang lapuk dan bukan barang lapuk. Barang lapuk adalah jenis barang yang bisa didaur ulang kembali, misalnya besi, logam, plastic, kaleng, karet, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk bukan barang lapuk merupakan sampah anrganik yang sama sekali tidak bisa diperjual-belikan sehingga tidak mempunyai nilai ekonomis.
    • Sampah organik. Daur ulang dari plastik tentu bukan termasuk jenis sampah organik. Karena sejatinya jenis sampah organic adalah sampah yang mudah hancur atau lapuk, tidak berbentuk gas atau cairan serta seringkali disebut sebagai sampah basah. Sampah organic sendiri dibagi menjadi tiga jenis lebih kecil, antara lain: sampah organic segar (misalnya sampah kebun, sampah dapur, sampah restoran, sampah pasar, dan lain sebagainya); sampah organic pilihan untuk didaur ulang menjadi kompos (misalnya sisa rempah-rempah, buah, dan sayuran basah); serta sampah organic olahan (yaitu kardus, kertas, dan lain sebagainya).
    • Sampah berbahaya. Jenis sampah yang satu ini harus ditangani secara khusus untuk menghindari dan menetralisir kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan. Untuk mengolah sampah ini harus dipisahkan dari jenis sampah yang lain sehingga proses mendaur ulangnya lebih cepat dan bisa menghaslkan produk baru yang bebas dari bahan-bahan berbahaya. Misalnya pecahan gelas, pecahan kaca, baterai, sisa bahan kimia, paku, botol obat nyamuk, dan lain sebagainya.

    Daur ulang dari plastik memang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Tetapi alangkah baiknya jika kita menggunakan barang dengan semaksimal dan seefisien mungkin. Misalnya dengan menggunakan kembali plastik pembungkus yang sudah pernah terpakai dan menghindari pembelian plastic baru. Memperbaiki perabot lama, menggunakan botol lama, dan lain sebagainya. Cara ini akan membuat kita lebih menyadari keselamatan dan keamanan lingkungan sekitar dari bahaya plastic.